The Injection

Di program long protocol yang saya jalani ini, prosesnya dimulai sekitar 3 minggu sebelum haid. Jadi hormon akan ditekan dulu dalam 3 minggu ini, baru kemudian ditrigger pada periode haid selanjutnya. Dengan long protocol harapannya endometriosis saya bisa ditekan dan tidak ikut terpicu obat-obatan hormon (however in my case, saat OPU tetap ditemukan cairan dalam tuba, kemungkinan endometriosisnya ikut terpicu). 

Anyway, yang mau dishare bukan tentang itu kok, tapi tentang proses suntik menyuntiknya. Saat menekan hormon, saya diberi pil kb dan suntikan suprefact 10x. Setelah itu untuk trigger telur, diberi suntikan Gonal 12x plus suntikan suprefact tetap lanjut 12x juga. Suprefact tetap diberikan untuk menahan supaya telur yang matang tidak “lepas” atau ovulasi lebih awal. Di siklus ivf sebelumnya, saya menggunakan gonal dan centrotide. Nah finally untuk memecahkan telur, diberi suntikan ovidrel. Jadi kalo ditotal, selama pembentukan telur ada 35x suntikan. Ini dilakukan setiap hari, diusahakan di jam yang sama. Ada beberapa kali disuntik untuk ambil darah juga. Plus seperti cerita saya kemarin, dapat tambahan 15x suntik pengencer darah setelah embryo transfer. 

Btw kalo ada yang perlu, saya bikin kalender obat/suntik/usg/tes darahnya di excel.

Keseluruhan proses long protocol ini selain lebih tinggi biayanya, juga lebih kompleks urutan prosesnya. Saya sampe minta dijelasin lama sama dokter plus never ending WA sama Suster. Untuk memastikan we did it correctly. Ditambah lagi waktu itu kita ada undangan nikah di luar kota, dan obat2 suntik harus selalu dalam kondisi dingin. Jadi perlu dipikirkan gimana teknis bawa obatnya. 

Selanjutnya saya share pengalaman kita pas suntik-suntikan kemarin ya

Yang perlu disiapkan: baca dengan teliti jumlah dan dosis obat. Untuk alasan praktis, semua obat kita beli di Apotik Morula. Mungkin ada beberapa tempat alternatif yang menyediakan obat dengan lebih murah, tapi kita ga sempat survey, plus takut salah😛. 

Jika akan traveling, siapkan tas tahan dingin plus ice gel untuk bawa obat. Banyak pilihan di Ace atau mungkin di toko bayi ya, bisa pake tas untuk asi. Ice gel kemarin dikasih beberapa sama Apotik, jadi sekarang numpuk di Kulkas hehe. Siapkan juga surat pengantar. Siapa tahu diperlukan di bandara. Dan definitely diperlukan sama Dokter/ bidan di kota tujuan kita nanti (kalo ga suntik sendiri ya). Please plan carefully sebelum pergi ya.

Siapa yang suntik? Kalo menurut saya paling aman ya tiap hari dateng ke morula, disuntik sama Suster. Free of charge juga. However kalo rumahnya jauh kaya saya,  lelah yah tiap pulang kantor nyetir 2 jam pp. Nah alternatifnya bisa homecare, Suster yang datang ke rumah dengan biaya 150-210rb. Atau bisa juga ke klinik dekat rumah dengan biaya 85-100rb. Tapi biasanya kalo ke klinik dekat rumah, mereka bakal ati2 banget, jadi perlu waktu cukup lama untuk menjelaskan, plus menunjukkan surat pengantar, plus telp ke Morula supaya Suster morula bisa bantu jelaskan dosis dan caranya. Atau cara paling praktis tapi paling serem ya suntik sendiri. Atau dibantu teman/keluarga. Banyak kan option nya? No worry, tinggal dipilih sesuai kebutuhan. 

Saya sendiri ganti2. Kadang ke morula terutama pas suami bisa nyetirin. Kadang home care, kalo males macet dan obatnya rumit/perlu dioplos. Kadang ke klinik dekat rumah kalo obatnya simple tinggal suntik. Dan baru 2 hari ini berani nyuntik sendiri, alhamdulillah.

Sedikit tambahan mengenai suprefact. Obat ini dijual dalam kemasan besar sehingga ada kemungkinan sisa. Bisa dibeli eceran, tapi takutnya kualitasnya kurang baik karena diambil dari botol yang mungkin sudah lama dibuka. Silahkan discuss pilihannya sama Suster.

Well that was our experience. IVF survivor Moms, you surely know what I mean, kalo ada yang kurang tolong masukannya ya. Moms who plan for IVF, hope this help🙂


5DP3DT

Fiuh pagi2 udah sesuatu T_T

Just found 2 or 3 drops of fresh blood when I did morning business :p. It also happened on the 2ww after the last FET. And I’m scared of what it might be. Apa ya itu?

Apa udah haid hari pertama? Which will be end of my 2ww? 

Apa ini tanda implantasi? Duh seneng banget kalo bener gitu.

Apa kemarin2 udah implantasi tapi trus lepas?

Atau ini cuma konstipasi? >_<

Ya Allah, berikan kekuatan, keberanian, dan ketenangan pikiran dalam menjalani program ini. Please give us strength, whatever the result is, itu sudah ketentuan-Mu. 


4DP3DT

Slightly bad mood today.

Kenapa?

Menurut info dari internet, implantasi mulai terjadi hari ini. And I was expecting any sign of implantation, like small blood spot in my underwear, but found nothing. I don’t even know if my assumption is true, but still.. I want that “sign” badly. 

Besides, I feel nothing today, just a bit cramps on my lower stomach. Dunno if it’s a sign, atau kembung aja >_<.

Sigh…


The Roller Coaster

We started fresh cycle of IVF. Di cycle sebelumnya kita 1x ET, laparoskopi, dan 2x FET. Cukup babak belur ya rasanya hati menghadapi 3x BFN (big fat negative) >_<. Setelah mengumpulkan kekuatan, we decide to start another cycle. Which means another roller coaster ride. 

Yippiieeee… 

Pegangaaaann…

Luar biasa deg2an perjalanan kali ini. 

Up: yay, kita mulai dari awal. Coba long protocol dengan harapan endo-nya bisa ditahan.

Reality bite: oh iya ya long protocol bearti tambahan 10x injeksi suprefact. Ngeri2 dikit tiap dipanggil kasir hehe. Oh iya ya gmn itu teknisnya suntik, masa tiap hari bolak balik ke morula, mana pas jam pulang kantor. Ada sih home care, tapi kan mihil T_T. Ada sih option suntik sendiri, tapi kan ngeri. However, we survive this stage, diselingi pergi keluar kota jg.

Down: loh kok telurnya kecil2 ya, dan lebih sedikitdibanding dulu. Tiap usg keliatan 6-10 telor, padahal dulu 20an.

Up: tapi gapapa, kata Dokter telur kecil bs di-trigger terus dgn gonal sampai cukup ukurannya. Dan yg penting adalah quality bukan quantity.

Down: usg terakhir sebelum OPU, calon kuatnya baru 6 telur

Up: eh berhasil dipanen 9 telur pas OPU, dan 6 berhasil fertilized

Up: 6 telur berkembang semua, 5 good dan 1 moderate. Alhamdulillah, Allah maha baik.

Down: lah muncul lagi si hydrosalpinx😦. Paling sedih pas tau ini, karena ada kemungkinan menghasilkan cairan toksin bagi embryo. Hiks…

Up: tapi Dokter bilang ada beberapa pasien yg berhasil hamil walau dengan hydrosalpinx.

Up: Dokter resepkan 15x suntikan pengencer darah supaya supply darah ke rahim baik. I always excited if we tried new method, something different from last IVF.

Reality: sama kaya di atas. Aku kudu piye nyuntiknyaaa. Plus deg2an dipanggil kasir😀

And during 2 weeks waiting, udah ga terhitung ups and downs nya. Mommies yang lagi program, you know what I mean. Ini masuk hari ke 4 setelah ET embryo berumur 3 hari, and I’m tired already to overthink almost everything😀.

Kayaknya aku perlu online shopping deh.


Berani!

Akhirnya nyoba nyuntik sendiri

Alhamdulillah🙂

Glad that I finally had the courage

Psssstt, less painful loh😉

Moga2 besok2 masih berani hahah

Oiyah supaya lebih pede, tadi nontonin YouTube dulu


Question of the day

Berani?

Engga?

Berani?

Engga?

Berani?

Engga?

Nyuntik sendiri 

>_<


The IVF

2014 kita mulai program di Morula dengan dr. Irham. Coba insem sekali lalu lanjut IVF short protocol. 

Dapat 15 fertilized egg, 8 good, 5 moderate dan 2 poor. Dari 15, ET pertama dgn 2 good dan 1 moderate. 4 good frozen, sisanya ditunggu smp 5 hari, supaya jadi blastosis. 

ET pertama belum berhasil, diduga krn ada hydrosalpinx di tuba kiri. Indikasinya terlihat saat OPU. Hydrosalpinx diduga melepas cairan ke rahim yg sifatnya toksin bagi embryo.

Untuk mengatasi ini, dilakukan laparoskopi. Ternyata di dalam memang perlengketan cukup berat, ditambah ada myom dan adenomyosis. Perlengketan memang dapat terjadi setelah operasi, mungkin  laparotomy yg saya jalani akhir 2011 utk angkat myom. Hasil laparoskopi, semua myom dan perlengketan sudah dibersihkan, tuba kiri diangkat, tuba kanan jg sudah tdk sempurna tapi tidak diangkat.

FET pertama dgn 2 good embryo. Dinding rahimnya cenderung tipis. Minimal 8mm, tapi saya ga pernah segitu. 1 bulan dicoba tanpa obat, kurang tebal. 1 bulan dengan obat, masih kurang tebal (mungkin karena bulan puasa ya). 1 bulan dengan obat lagi akhirnya bs 7.7mm. Hasil thawing 2 good embryo, yg 1 kondisinya 75%, satunya lagi 90%. Belum berhasil.

FET kedua. Dinding rahim dipantau tanpa obat, eh bisa 8.2mm. Mungkin krn rajin treadmill😀. Hasil thawing 2 good embryo kondisinya 100%. Belum berhasil.

Istirahat dulu sampe Maret 2016 kita mulai konsul lagi ke Dokter Irham.

More stories later ya