Prekuel

Hello world..

Hehe, macam star wars aja pake prekuel.. Jadi kita pingin share sedikit program maupun pengobatan yg pernah kita jalani. Perhaps lack of detail, krn kita memang engga secara khusus mencatat alamat/nama/jenis/harga nya. Pertama kali pergi ke dokter 7 bulan setelah menikah. Waktu itu kita tinggal di Pulo Asem, shg dengan pertimbangan waktu dan kemudahan, kita pilih OMC Pulo Mas. Dan berdasarkan rekomendasi, obgyn yg kita kunjungi adalah dr. Caroline Tirtajasa. Percobaan pertama, dr. Caroline sedang tidak di tempat. Saat itu oleh dokter pengganti (kalao ga salah namanya dr.Nindya) disarankan utk menunggu sampai 1 thn sblm memulai program hamil. Sementara itu kita diajari ttg sistem reproduksi, masa subur, dan diberi pengantar utk TORCH. Mama I juga di-USG di perut dan diberitahu bahwa tdk ada kista.

Tes TORCH dilakukan dengan mengambil darah Mama I, biayanya disana sekitar 700rb. Hasilnya baik, tidak terdeteksi Tokso, Rubella, dan kawan2. Yang membaca hasil juga doketr pengganti, krn dr. Caroline blm kembali. Saat itu jg sempat diperiksa dalam dan disampaikan bahwa tdk ada kista. Sesuai anjuran, 3 bulan kemudian kita kembali, dan akhirnya ketemu dgn dr. Caroline. Pertemuan pertama dan kita rasanya klik dgn bu dokter cantik ini. Saat itu beliau sedang mengambil kuliah S3 tentang fertilitas. Bidangnya cocok, ngobrol pun nyambung, kita sepakat utk melanjutkan program. Bulan pertama menggunakan sistem kalendar, sambil dikontrol jumlah&ukuran sel telur dan ketebalan dinding rahim. Dari situ terlihat bahwa Mama I memiliki rahim retrofleksi (bentuknya terbalik), sehingga sperma agak sulit mencapai rahim, tapi Dokter blg ini bukan masalah, dan bs diatasi dengan menggunakan doggy style ketika berhubungan. Sel telur selalu ada, tetapi dinding rahim cenderung tidak tebal dan disarankan utk rutin minum susu kedelai, sehari 3x. Papa S dengan gembira berpartisipasi dalam program minum susu ini, secara memang dia yg suka🙂. 3 bulan selanjutnya treatment yg diberikan adalah obat hormon (profertil) dengan dosis yg ditambah, sambil diberi pengantar utk berbagai tes, yaitu tes hormon, HSG (utk tahu apakah ada sumbatan pada saluran telur Mama), dan analisis sperma. Dokter menyampaikan hasilnya baik. Setelah minum profertil, jumlah sel telur yg biasanya hanya 1, bisa bertmbah sampai 3. Besar2 pula. Mama I paling senang waktu dokter kasih liat gambar telur2nya🙂.

Ketika blm berhasil juga, dokter menyarankan utk inseminasi. Mama I mendapat 3x suntikan penumbuh telur (Gonal F) dan 1 x suntikan pemecah telur (Ovidrel). Setelah sel telur siap, sperma dimasukkan menggunakan alat hingga mendekati rahim. Harapannya utk membantu sperma mencapai sel telur (kl dilihat dr hasil rontgen HSG, jalannya memang ruwet lho🙂 ). Percobaan pertama blm berhasil dan oleh dokter disarankan utk break dulu, santai2, liburan. Bbrp bulan kemudian bisa dicoba insem lagi. Oh ya, jumlah inseminasi yg disarankan adalah 3x. Setelah itu jika blm berhasil disarankan utk program Bayi Tabung.

Ketika break, kita sempat mencoba akupresur di Sinshe Sukimin Taryono. Lagi2 karena lokasi prakteknya dekat dgn rumah. Papa S dan Mama I dipijat telapak kakinya dan diberi obat godok utk diminum. 3 bulan kita rutin kesana. Akhirnya berhenti karena jam prakteknya cuma smp jam 5, jadinya kejar2an pulang dr kantor. Setelah itu, atas rekomendasi teman, kita pergi ke daerah Bogor. Ada pasangan suami istri yg bisa membantu pasangan yg ingin hamil. Si Ibu-nya memijat daerah perut, dan si Bapaknya mengajarkan pola hidup dan makanan sehat. Kita diajari utk rutin minum lidah buaya dicampur jahe dan jeruk nipis. Selain itu disarankan utk rajin berolahraga dan berhubungan di pagi hari.

Beberapa obat juga kami coba, seperti pil dr Cina warna hitam dan dibungkus lilin. Diminumnya dengan rebusan ayam. Saudara yg pulang haji/umroh membawakan kurma dan serbuk utk dicampur dgn madu dan susu. Ada yg rasanya enak, ada yg kurang enak. So far Papa S dan Mama I mau2 aja, kan biar cepet ketemu adik bayi😉

Setahun belakangan kita tidak program apa2, santai2 aja. Sambil membereskan bbrp hal seperti Mama I pindah kantor, pernikahan adik, dan pindahan rumah. Alhamdulillah, walaupun dalam pikiran kami sangat merindukan adik bayi, tapi tidak sampai menjadi beban. Orang tua, keluarga, dan teman2 pun sangat mendukung. Atensi yg kami dapat bukan berupa pertanyaan usil, namun selalu dengan niat baik utk memberi masukan.

Insyaallah kami akan mulai program bulan depan. Saat ini sedang mencari referensi dokter obgyn, kriteria utama tentu saja adalah klik dengan Papa S dan Mama I😉. Lets move on…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: