The Sinshe

Sedikit sharing pengalaman kami berkunjung ke Sinshe.

Suatu siang, teman kuliah kami menelpon (flashback: Mama I dan Papa S ini dulu temen kuliah, sejurusan, sekelas, sedivisi di hima, se-lab ngasistenin. Ketemu terus itu kali ya, lama2 jadian :D). Sang teman ini cerita dia sekeluarga lagi ke Sinshe Sukimin Taryono, nganter kakaknya yg lg program hamil. Sinshe ini cukup terkenal, dan dia jd inget Mama I karena lokasinya dekat dgn kontrakan kami di rawamangun.

Setelah sedikit googling, kami memutuskan utk berkunjung. Hari Sabtu pagi sekitar jam 9 kondisinya sudah cukup ramai. Oleh salah satu pengunjung, kami disarankan utk datang lagi sekitar jam 3 sore, biasanya sudah sepi. Benar saja, sorenya kami cm antri sekitar 2 pasien. Menurut pasien lain, spesialisasi Sinshe memang menangani pasangan yg ingin memiliki keturunan.

Setelah tiba giliran kami¸ Sinshe memijat kami bergantian. Yang dipijat adalah bagian telapak kaki, seperti refleksi. Beliau menjelaskan bahwa teknik yg dipakai adalah akupresur. Saat memijat Mama I, fokusnya adalah bagian tumit. Agak sengkring2, tapi tdk terlalu sakit. Sinshe bilang ada telur sudah ada🙂. Hehe, hebat yah, bisa kaya USG. Kami diminta datang lagi bbrp kali. Maaf saya sudah lupa detailnya. Tapi ada satu epriode dimana Mama I datang setiap 2 hr sekali. Sinshe memberikan obat jamu utk Mama I dan Papa S. Obat utk Mama berupa jamu godok, yg harus direbus bersama paha ayam kampung. Obat utk Papa berupa pil ug diseduh dgn air panas (label jamunya kocak deh😉 ). Punya Mama rasanya paiitt, tp msh tolerable kok. Punya Papa kl ga salah pait jg, tp ga seberapa inget gmn rasanya.

Kalau tdk salah, kami datang kesana selama 3 bulan.Bulan pertama hanya pijat saja tanpa obat Bulan kedua dapat obat godok. Bulan ketiga ditambah dgn semacam obat kompres. Menurut Sinshe, ini buatan biksu di Thailand (apa Taiwan ya? :D). Ukurannya sekepalan tangan Papa dan baunya harum. Kompres ini dipakai ketika hendak berhubungan. Caranya adalah dikukus hingga hangat, dan dioleskan di perut Mama.

Kami berhenti datang kesana setelah 3 bulan. Terutama karena kami kesulitan mengatur waktu. Jam praktek Sinshe hanya smp jam 5, sedangkan kami br bs meninggalkan kantor paling cepat jam 5 juga. Sempat tanya apakah kebanyakan pasangan berhasil pada bulan pertama berobat? Sinshe tertawa dan bilang tentu saja tidak. Ada yg 2 bulan, 3 bulan, bahkan 6 bulan. Oh ya, disana kami berjumpa dengan pasangan yg berhasil punya anak saat program disana. Hingga lahir pun mrk tetap datang utk memijatkan bayinya.

Bagi Mama Papa yang ingin mencoba:

Sinshe Sukimin Taryono

Telp. 021 4716509

Ada papan nama di tempat praktiknya, sebelah apotik, depan ayam goreng tulang lunak (enak katanya ;))


2 responses to “The Sinshe

  • nanda

    Iiiddiihh dr td nih orng cerita gak pernah jelas ujungnya………..

  • Hari

    Pengalamanku belum lama ini juga melakukan terapi untuk kehamilan ditempat Bp. Sukimin Taryono di Jl. Haji Ten, kami mengikuti terapi kurang lebih 2,5bulan mulai pada bulan Desember 2011 dan akhirnya setelah dengan sabar, yakin dan percaya menjalani terapi tersebut istriku sekarang hamil dan usia kandungannya sekarang 2 bulan.
    Terimakasih Pak Sukimin karena melalui perantaraanmu istriku dapat hamil…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: