Confession

Saya suka berhitung.

Misal saya bertemu seorang ibu dengan bayinya. Si Ibu berumur 32 tahun, bayinya 3 bulan. Berarti ibu tersebut hamil ketika berusia 31 tahun. Nah jika usianya di atas saya, maka saya akan merasa aman. Sebaliknya jika lbh muda, I start to feel a bit insecure. Ini otomatis… saya lakukan pada hampir siapa saja. Engga bagus ya? I know jadi seperti pertandingan atau kejar2an. At the end, jadi stress sendiri. Seorang Bapak yg pernah membantu program TTC kami juga pernah berkata demikian. Bahwa punya anak itu jangan dijadikan target. Ini mungkin salah satu tanda, saya masih  harus belajar pasrah. Berhenti membandingkan diri.

Saya sering sinis.

Ketika diingatkan untuk berdoa dan berusaha lbh keras, saya sering berpikir bahwa kami sudah berusaha cukup keras. Sedangkan banyak orang – menurut pandangan saya, yg tdk terlalu luas ini😀 – dengan mudah mendapatkannya tanpa usaha keras. Bahkan ada pula yg sebenarnya tidak menginginkan, tapi mendapatkan. Pada kelompok ini saya kadang menjadi amat marah dan sinis. Bagaimana mungkin mereka mengeluh krn mendapatkan hal yang sangat kami idam2kan? Sekali lagi, at the end, ini hanya menambah stress saya saja.

Saya sering sensi

Berulang saya mempertanyakan, apakah keinginan kami tidak cukup kuat? Apakah kami belum cukup siap? Apakah kami pernah menyakiti hati org lain, sehingga ketidak ridho-annya menghalangi kami mendapatkan apa yg kami harapkan? Apa usaha kami belum cukup keras? Apakah kami blm cukup meminta? Sebenarnya semua tanda tanya ini sangat baik jika saya jadikan usaha instropeksi dan memacu utk menuju arah lebih baik. Jeleknya adalah ketika ada yg mempertanyakan hal2 tersebut, saya menjadi mudah tersinggung. Sehingga saya cenderung bersikap defensif instead of instropeksi diri.

Begitulah, saya masih suka menyusahkan diri sendiri dengan emosi2 negatif.  Difficult, because it’s automatic. I’m still trying to fight it anyway. Wish me luck🙂


2 responses to “Confession

  • nureee

    somehow i just can feel the same way.. huhu..

    ttp semangat yaa mama I yakin Allah ga akan pernah memberikan cobaan diluar kemampuan kita…

    Smoga Allah menguatkan pundak kita dan meluaskan hati kita..

    aminnn.. aminnn…

    hugs..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: