Prof, We (Finally) Meet You

After some research through blogs and forums (ceile..), we finally decide to visit Sam Marie Clinic. Sebelumnya ada bbrp kandidat utk program, yaitu Bunda, RSCM, dan Sam Marie. Tapi menjelang kami mulai program, tiba2 muncul bbrp faktor yg makin “mengarahkan” kami menuju Sam Marie:

–         We just realized that Sam Marie had opened a clinic in Basuki Rahmat, that is near to our house, 15 mins only (bandingkan dengan lokasi satunya lagi, Wijaya, bisa 2 jam dr rmh kita)

–         Salah satu Bude barusan cerita ada tempat yg banyak didatangi utk program TTC, lokasinya di sebrang rumah sakit Duren Sawit. Ini menurut kami me-refer ke Sam Marie, walaupun tidak persis di sebrang RS Duren Sawit.

–         Ibu Jakarta cerita baru dapat brosur program TTC dr ibu tetangga. Pas kita lihat, Sam Marie Brochure it is.

–         Bbrp blog dan forum yg saya baca menceritakan bahwa banyak pasangan berhasil setelah mengikuti program Sam Marie. Salah satu tes dan terapi yg dianjurkan di Sam Marie adalah PLI/ILS dan ini dapat dilakukan di Klinik Sayyidah, yg hanya 5 menit dr rumah!

Demikianlah kami mantap memilih Sam Marie. Nah, pertanyaannya skrg, dengan dokter siapa kami ingin berkonsultasi? Pilihannya antara dr. Otamar dan dr. Jacoeb. Ternyata yg ada jadwal prakteknya di Basuki Rahmat adalah dr. Jacoeb. Beliau ini sering di-refer dalam forum2 TTC, sehingga ada sedikit gambaran mengenai jalannya proses konsultasi dan pemeriksaan apa yg akan dilakukan. Sedikit kekhawatiran kami adalah hal komunikasi. Apakah kami nanti bisa klik dan enak ngobrol dengan pak dokter. Secara beliau ini profesor dan sudah sepuh. Beberapa komen di forum jg mengatakan pak dokter tdk terlalu banyak bicara. Dulu waktu Mama I sakit demam berdarah (2 minggu abis nikahan itu :p) dokternya profesor dan orangnya pendiam sekali. Sebenarnya tidak perlu terlalu dipikirkan, karena at the end sembuh tuntas penyakitnya. Tapi karena di program hamil kami biasanya pingin tau macam2, maka harap2 cemas dapat dokter yg informatif dan klik sm kita (halah, kaya nyari pacar ajah).

Kedatangan pertama, siklus H6, kita dapat giliran jam 10 mlm (pernah baca, ada yg kebagian sampe jam 2 mlm di klinik jl. Wijaya. Hebat ya dedikasi dokternya🙂 ). Sebelumnya bisa daftar lewat telp, kemudian jam 2 siang bisa mulai mengambil nomer antrian. Jam praktek resminya adalah 16-20. Krn kerja, kami tdk bisa mengambil nomer dan langsung datang jam 7 malam. Akibatnya sukses dapat nomer 16, dan yg dipanggil masuk saat itu adalah nomer 5😀. Sambil menunggu, kami mengisi data, tensi, timbang, ukur tinggi, dan di-interview singkat oleh perawat mengenai program sebelumnya, dan jika ada hasil tes, dapat disertakan. Saat itu kami membawa hasil tes Tirch, Hormon, sprema, dan HSG.

Menunggu dan menunggu… tibalah waktu kami dipanggil masuk. Despite what we read on the internet, the doctor was very nice. Ramah plus suka nge-garing. Pertama dia tanya, udah pernah program apa blm. Kita cerita dan dia konsen ndengerin. Selanjutnya dia njelasin proses terjadinya kehamilan dan dimana saja potensi terjadinya gangguan. Di antaranya pak Prof becanda2. Nawarin apa mau bsk punya anaknya. Mo punya anak 2 apa 3 apa 4. Abis ngobrol… eng ing eng.. waktunya priksa dalam (usg trans vagina). Mama I merasa nyaman dengan kondisi ruang yg dibuat redup dan dengan adanya 2 suster yg mendampingi. Hasil USG menunjukkan ada bbrp myom dan adenomyosis. Pak Prof bilang ini krn faktor makanan. Sebelumnya memang kita ngaku sukanya makan bebeklah, baksolah, steaklah :p. Okelah, abis ini dikurangi makan ga sehatnya. Dulu dr. Caroline pun pernah mendeteksi myom, tetapi bbrp bulan kemudian menghilang. USG jg menunjukkan ada telur di indung telur sebelah kiri. Sedikit question mark, sebelumnya dr hasil HSG, pak Prof bilang saluran telur sebelah kiri bentuknya tidak merekah spt bunga, tp menguncup. Nah, kmrn Mama krg jelas, bgmn pengaruhnya terhadap kehamilan. Jadi, di sebelah kiri ada telur, tp salurannya kuncup. Sementara di sebelah kanan salurannya mekar tp tdk ada telurnya. Musti ditanya nih kalau kontrol lagi.  Bersamaan dengan USG, suster melakukan tes utk mengetahui kondisi vagina. Ternyata ada indikasi jamur :p, sehingga Mama I diberi bbrp obat yg harus dihabiskan sebelum boleh berhubungan dengan Papa. Pengobatannya musti tuntas krn jika tidak, jamur dapat berpindah dr Mama ke Papa atau sebaliknya.

Setelah pemeriksaan, dokter membuatkan pengantar utk beberapa tes:

–         Tes Hormon : terbagi 2 berdasarkan waktunya, yaitu H7/8 dan H21/22. Sebenarnya sudah pernah tes waktu program di OMC, tp krn waktu tesnya sudah 1 tahun yg lalu, maka perlu diulang.

–         Tes TORCH : idem, udah pernah tp perlu diulang

–         Tes Diabetes (krn ibu Jakarta punya diabet): harus puasa 10-12 jam sebelum tes

–         Mikrokuretase – pengambilan jaringan rahim utk dilihat kesiapannya dalam implantasi embrio, dilakukan pd H21/22

–         Analisis Sprema, meliputi bentuk, jumlah, gerakan, dan interaksinya dengan kondisi rahim (direpresentasikan dengan darah istri)

–         HSG-nya alhamdulillah ga perlu diulang🙂

See, program TTC itu perlu komitmen kan? Bolak balik tes dan kontrol. Belum lagi harap2 cemas ga karu2an menjelang haid. Semoga kami selalu diberi kekuatan dan kesabaran dalam menjalaninya🙂

Kunjungan pertama ini biayanya sekitar 800rb:

–         Biaya dokter : 150rb

–         Biaya USG: 200rb an

–         Biaya tes kondisi vagina: 50rb an

–         Obat : 400rb an (dapat 3 macem: Cancid utk obat minum, Vagistin utk dimasukkan ke vagina, dan Lactacyd, sabun pembersih vagina. Yg agak mahal si Cancid, sekitar 250rban utk 5 tablet. Vagistin-nya dapet 7 tablet, dan selama pemakaian tdk boleh berhubungan dgn suami)

Sampai hari ini, Mama I baru ambil darah utk Tes Hormon. Biayanya 1.1jt

That’s the story of the new beginning of our TTC (emm, grammar agak kacau ni kayanya di kalimat ini….)

 And we’re really enthusiast to continue the program. Mudah2an lancar dan berhasil😉


9 responses to “Prof, We (Finally) Meet You

  • astri maharani

    hi mom, aku astri.. aku saat ini jg lg menjalani program hamil sm prof. jacoeb d Basra. tgl 11 maret nanti aku ngejalani pemeriksaan mikrokuretase. duuuh..agak deg2an niy bc cerita mom and dad. mudah2an smuanya berjalan lancar yah! amiiin…🙂
    uuumm..wkt mikrokuretase dilakukannya d sam marie mna yah? yg d basra atw wijaya? thx..
    trus total biayanya 2,6jt yah?
    trima ksh bnyk yaaah.. detail bgt lho infonya..😉
    oh iyah..trus skrng mom and dad lg menjalaani tahap apa yah stlh smua pemeriksaan itu dilakukan?
    trima ksh..🙂

    • adikbayi

      Halo Astri
      Bagaimana mikrokuretase-nya? Mudah2an lancar semua. Maaf ya br bales, lg kelelep kerjaan🙂
      Iya saya dulu mikrokuretase di Basra.
      Berdasarkan hasil pemeriksaan, skrg kami sedang minum obat hormon, obat Torch (Rubella), vitamin, dan ILS.
      Detailnya insyaallah akan selalu saya posting di sini, monggo dibaca2 ya

  • Adjeng

    mau tanya TCC tuh apa sih?

  • yume

    hai adik bayi… punya ym id yang bisa dihub gak? aku baru aja memulai program hamil dgn prof nih…

  • atie

    baru mau mulai..hehe…selalu posting ya…palagi ke biayanya…trimakasih buat infonya

  • Ade

    Salam kenal mba…gmna proses selanjutnya setelah kuratase? Aku juga di diagnosis dr ada adenomiosis. Gimana utk pengobatan adenomiosisnya, apa Prof jacoeb nyarani mba utk operasi? Tlg mba sharing pengalamannya krn saya ada rencana utk promil ke Prof jacoeb. Bisa minta emailnya mba … Sy mau tnya2 lbh lanjut lg.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: