Final Tests

And yeah, we manage to have all the test done last Saturday. 1,2,3,4 tes digabung jadi satu. Karena salah satunya tes diabet, maka saya harus puasa 10-12 jam sebelumnya. Nah kalo gitu, cocoknya tes ini dilakukan pagi hari. Jadi abis makan malem langsung boboookkk, bangun2 langsung tes. Dijamin bebas lapar😀. Eh tapi kmrn sempet kelaperan juga ding, karena abis tes diabet disuruh minum air gula (yg super manis sampe bikin serak), trus abis itu disuruh puasa 2 jam lagi T_T.

Hampir semua tes di hari Sabtu melibatkan pengambilan darah Mama. Jadi utk meminimalkan jumlah disuntik :p, strategi kami begini: pengambilan darah pertama sekalian minta diambil agak banyak, jadi bisa sekaligus utk tes diabet, torch, dan imunologi thd sperma (diambil 3 tabung kecil). Pengambilan darah kedua hanya utk tes insulin.

Mbak Suster agak kesulitan mencari jalur darah-nya, katanya halus dan ga keliatan (sedari dulu Mama sering mengalami nih.. pernah donor darah jg jd org yg terakhir keluar krn kantongnya lama penuhnya. Dulu petugas bilang krn vena-nya kecil). Di tangan kiri masih ada bekas memar tes hormon di hari 21/22. Jadi ambil darahnya skrg di tangan kanan. Disuntiknya smp 2 kali, ga tau knp. Perhaps yg pertama utk nyari jalur itu tadi ya. Tes diabet-nya ternyata langsung menggunakan alat elektronik (yg suka ada di Century, Guardian, etc). Hasil puasa bagus, 70an.

Sambil menunggu 2 jam utk tes Insulin, kami melakukan pengambilan sampel utk Analisa Sperma. Eng ing eng…😀. Kami sudah 2 kali melakukan tes ini, di OMC dan lab Prodia. Di OMC tempatnya cukup ok, sepertinya salah satu ruang rawat inap yg sedang kosong (luas dan sepi). Sedangkan di Prodia tempatnya di salah satu ruang periksa (terang dan kental suasana medis :D). Nah juaranya di Sam Marie Basra ini. Kamarnya kaya hotel hahaha… Kecil tapi nyaman. Ada kasur pake bedcover, tivi dengan VCD (you know lah what kind of VCD ;)), jendela tertutup korden, meja rias dan tisu, kamar mandi dalam, dan pintu yg ada kuncinya! Eh, penting lho ini, jd privasi terjaga. Botol tempat sampel sperma jg dikemas rapi, shg ketika selesai kita bs bawa sampelnya dgn tas kertas. I like it! Di tempat lain ada yg berupa tabung begitu saja, kan agak malu gimana gitu bawanya🙂. Singkat kata, proses ini berjalan lancar. Mama sedikit membantu papa di dalam. Udah yaaa, cukup ya, not too much detail, entar blognya dibredel😀. Ohya, sebelum tes sperma, diharuskan puasa tidak behubungan selama 3-5 hari.

Setelah diserahkan, mbak petugasnya menawari kita utk melihat sampelnya di mikroskop. Wah hal baru nih, baru disini ditawari lihat langsung. Daaannn… Bagusss bangeett! We are so amazed. Terlihat jelas di atas preparat puluhan/ ratusan sperma bergerak kesana kemari. Kalo boleh, saya mau deh lihat sampe lama. Luar biasa rasanya, tahu bahwa kita semua berasal dari hal yg sungguh kecil🙂. Tdk lama kemudian dilakukan pengambilan darah utk tes Insulin. Jarum suntik dimasukkan di lengan kanan, sama dengan sebelumnya. Apparently mbak petugas cukup cermat sehingga setelahnya tidak terjadi memar. Total biaya yg kami keluarkan hari itu sekitar 4jt rupiah, sehingga dari awal program hingga final test, total biaya sekitar 9jt.

Alhamdulillah bulan pertama sudah kami lalui, insyaallah siklus berikutnya sudah ada hasil tes dan bertemu lagi dgn Prof.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: