ILS 1

Mau nulisnya EYD aahhhh

Sabtu, 19 Feb 2011, kami melakukan terapi ILS (imunisasi leukosit suami) yg pertama. Sehari sebelumnya mendaftar lwt telp ke dr. Sundari di Sam Marie Wijaya. Suster memberitahu bahwa ILS dilakukan maksimal jam 12, sehingga kami diminta datang sebelumnya.

Dua minggu yg lalu, Sabtu 5 Feb 2011, kami sudah melakukan tes Pra ILS, utk tahu apakah sel darah putih Papa dalam kondisi yg baik, tidak terkena infeksi, misal hepatitis, HIV, dll.

Kami sampai di klinik sekitar jam 11, langsung bertemu dr. Sundari. Beliau memberitahu bahwa Papa akan diambil darahnya terlebih dahulu di lab, diproses selama kurang lebih 1.5 jam, lalu sel darah putihnya disuntikkan kepada Mama. Kami juga diminta utk menandatangani form kesediaan menjalani ILS. Ya dijelaskan bahwa setelah ILS akan terasa pegal pd tangan, muncul bercak merah, dan ada kemungkinan terjadi reaksi gatal di seluruh tubuh. Dan jika terjadi, maka diminta kembali ke klinik Sam Marie utk diberi obat.

Selesai mengambil darah, kami jalan2 dulu membeli buah dan makan siang. Di sekitar klinik banyak rumah makan. Dua kandidat kuat adalah Gudeg Bu Tjitro dan Soto Kudus Blok M. Pemenangnya adalah yang disebut belakangan🙂.

Jam 1 kami kembali, masih menunggu sekitar setengah jam, sebelum akhirnya dipanggil. Bu Dokter menyuntikkan leukosit Papa ke bawah kulit tangan Mama sebelah kiri (bagian depan antara pergelangan dan siku). Rasanya lbh sakit dari suntikan ambil darah, tetapi tidak sesakit yg dibayangkan sebelumnya. Bekas suntik terasa sedikit pegal, tetapi alhamdulillah tidak muncul reaksi alergi.

Biaya ILS sekitar 900rb, dan Pra ILS sekitar 200rb. Mama sekalian membeli obat untuk hormon testosteron yg tinggi dan obat utk Torch tahap 2. Yang agak mahal adalah obat testosteron, hampir 100rb per butir, sehingga utk 10 kali minum, diperlukan biaya hampir 1jt. Alhamdulillah selalu diberi kelonggaran dalam melakukan program🙂. Obat testosteron ini mulai diminum pada H1, dan Mama memutuskan untuk beli krn hari Sabtu tersebut sudah mulai terasa tanda2 menjelang haid (sakit perut dan mood naik turun :))

Dokter berpesan utk menghindari sea food, dan jika berhubungan di luar masa subur, Papa supaya mengenakan pelindung. Setelah ini, ILS diulang 2 kali lagi, dan jarak antar ILS adalah 3 minggu. Insyaallah mendapat hasil yang baik.

Hari Minggu-nya, 20 Feb 2011, benar saja, Mama H1 lagi, sehingga obat testosteron dapat mulai diminum. Program selanjutnya, di H12/13 menemui Prof Jacoeb utk konsultasi dan USG. Kemudian di H21/22 tes Prolaktin dan testosteron utk melihat hasil pengobatan, apakah sudah masuk ke nilai yg normal.


2 responses to “ILS 1

  • Indah Puji Hastuti

    Sama…saya sudah ILS ke II, tanggal 04 juni ILS ke 3…semangat!!!! semoga usahanya berhasil…

    • adikbayi

      🙂
      Bagaimana hasilnya, Indah? Mudah2an turun ya
      Saya setelah 3x ILS turun cukup signifikan, dr 4000 ke 500
      Sekarang lanjut ILS ke-4 dan ke-5, moga2 hasilnya nanti udah masuk batas normal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: