Confusion

Am a bit down, literally. Kok mulai agak bingung dengan arahan program dr Prof. Saking lamanya ga posting, sebentar ya, coba saya summarykan apa saja yg terjadi:

H1 Apr                                  = 22 Apr (kalo ga salah)

USG telur +control Prof                 = 3 Mei (kalo ga salah juga, entar deh liat buku kuning dulu hehe)

H1 Mei                                  = 27 Mei

Seperti biasa, kalau kami kontrol ke klinik Wijaya, USG telur d ilakukan dokter Nadir Chan, dan hasilnya dibacakan oleh Prof. Turns out telurnya masih kecil2 juga.Prof kemudian menyarankan kami untuk melakukan inseminasi. Nah disini kebingungan Mama dimulai. Yang nyantol di pikiran saya, setelah 3 bulan program, kl blm berhasil akan dilakukan laparoskopi utk mengangkat myom. Lha kok skrg malahdisarankan insem. Pas saya tanya,  Prof bilang terserah saja, kl mau langsung insem boleh, tp kl mau diangkat dulu myom-nya jg boleh. Tanpa diangkat pun, ada peluang utk bs hamil melalui insem. Makin bingung lagi waktu muncul opsi bayi tabung. Katanya kl insem peluang suksesnya 20-30%, sedangkan bayi tabung 30-40%. Jika prosesnya diulang, maka peluangnya akan makin besar. Jika myom-nya diangkat, peluangnya jg akan makin besar.Oh ya, yg saya salah persepsi lagi, ternyata pengangkatan myom bukan dgn laparoskopi, tapi laparoktomi. Jd bukan bedah minimal seperti yg pernah saya tulis dulu, tp bedah bener2 dibedah T_T.  Ya tapiii kl memang tindakan ini diperlukan supaya adik bayi cepat datang, Mama maauuu sekali melakukannya🙂

H1 Mei kmrn, kami memutuskan blm melakukan insem krn ada bbrp aktivitas keluar kota, takut jadwalnya crash.

H1 Juni ini pinginnya mulai proses insem. Tapi, ada masalah lain yg cukup menguras waktu, pikiran, dan tenaga kami. Kuatir kami jadi tidak fokus di program insem. Gimana ya Papa, baiknya?

Mama tuh sebenrnya seneng periksa ke Prof, krn beliau berpengalaman, pintar, dan teliti. Tapi di sisi lain, karena pasiennya banyak sekali, Mama gay akin Prof ingat kami personally. Huhu, maunya yg perfect ya. Dapat dokter yg pintar, dan perhatian spesifik ke kasus kita.

However, tetap berdoa.. Sang Penyayang tentu paling tahu yang terbaik untuk kami🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: