Huge Egg

Jumat, 1 Jul (atau H14), kami kembali control ke Sam Marie Wijaya. Dapet nomer 25 (wak waw). Seperti biasa, USG dulu sm dokter Nadir, baru dibaca hasilnya sm Prof. Tumben2 kmrn ngobrol dikit sm dr Nadir, krn saya penasaran bgt apakah sudah siap insem. Beliau bilang ada telur besar, saya seneng dong, tp trus dia bilang telurnya terlalu besar. Hmm apakah itu maksudnya? Beliau jg mendeteksi adenomiosis yg dulu pernah dilihat Prof jg, lantas bertanya apakah saya mengalami nyeri haid. Alhamdulillah tidak, kecuali saat buang air kecil, sedikit sakit.

Setelah USG, antri sebentar lagi, lalu ketemu Prof. Dibacakan USG-nya oleh Prof, ternyata si telur besar yg bikin saya ter-ge er2 tadi malah menandakan telur rusak, dan tidak bisa dipecahkan utk insem. Malah ada kemungkinan itu kista. Hiks, gagal deh insem siklus ini.

Tapi saya sedikit heran knp hasil USG H11 dan H14 beda jauh, jd saya agak memaksa utk membandingkan kedua hasilnya. Tadinya Prof hanya melihat kartu status Wijaya dan hasil USG terbaru (H14). Nah saya kuatir Prof tdk ingat saya sudah USG H11 di Basra, dan hasilnya kan tidak tercantum di kartu status Wijaya. Jadi begini perbandingannya:

Sebelah kiri – USG H11 tdk ada apa2, USG H14 jadi ada telur gede banget 30mm

Sebelah kanan– USG H11 ada 2 telur 15 dan 13mm, USG H14 jadi tinggal 1 telur 15mm.

Saya kan heran kenapa ujug2 di kiri ada telur 30mm ini, tp Prof bilang memang ada kemungkinan terbentuk dalam waktu 3 hari. Sementara yg kanan, saya akhirnya menyimpulkan bahwa telur yg tadinya 15mm sudah pecah dgn sendirinya. Dan telur yg tadinya 13mm sudah menjadi 15mm.

Akhirnya, Prof memutuskan tidak melakukan tindakan apa2 dulu. Saya tanya, apakah ada kemungkinan telur 15mm di kananmasih bs berkembang smp cukup ukuran utk di-insem. Menurut Prof, kalau mau, bisa saja USG lagi di H17, kl ukurannya cukup akan di-insem.

Kami akhirnya memutuskan utk berusaha alami saja siklus ini, dengan harapan si 2 telur yg terlihat di H11 tetap berkembang dan pecah sesuai waktu idealnya🙂.

Again, kali ini saya merasa ada bbrp hal yg kurang saya pahami.

I wish  to have doctor as smart and experienced as Prof, but I’m his only patient😀

Hihi, gini nih pasien haus perhatian.

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: