Preparation

Sabtu 17 Des, kami melakukan serangkaian tes di Sam Marie Wijaya, yang wajib dilakukan sebelum operasi, meliputi: tes darah, tes urin, dan rontgen thoraks. Ini dilakukan utk memastikan kondisi saya fit dan siap utk dioperasi. Waktu ngobrol dgn petugas, rontgen antara lain utk melihat apakah saya menderita TBC :p. Jika iya, maka hrs diobati dulu sampai sembuh, krn TBC ini dapat menempel pada alat operasi dan menular pd pasien lain.

Rabu 21 Des, kami datang ke Sam Marie Basra utk menemui internis dan Prof. Sebelum bertemu internis, 1 tes lagi yg perlu dijalani, yaitu EKG (rekam jantung). Lengan, kaki, dan dada saya dioles gel dan ditempel alat rekam (rasanya kaya sedikit divakum hehe). Setelah selesai, bersama dgn hasil tes darah dan rontgen, hasilnya dibaca oleh Internis, dokter Mirna. Sambil ditanya riwayat kesehatan. Saya cerita kl pernah typhus dan DBD. Operasi yg pernah dilakukan sinus dan amandel, dan ada riwayat alergi debu yg bisa bikin sesak nafas. Tidak ada riwayat alergi obat. Doctor said I’m okay, layak utk dioperasi hehehe..

Setelahnya kami bertemu Prof. For final questions,to relieve my anxiety hehehe.. Serem jek mau operasi.  Here some of them:

  1. Apa tepatnya yg akan dilakukan saat operasi? Dibedah di perut sekitar 10 cm, rahim diangkat (krn kata Prof letak rahim ini aslinya rada nyempil dan ga langsung keliatan), lalu dibersihkanlah si myom. As usual Prof pake perumpamaan. Seperti mobil yg perlu di-servis, yaahh ini ibarat turun mesinlah. T_T
  2. Apa semua myom yg ga keliatan pas USG akan terlihat saat operasi? Ya jelas. Tapi bisa jadi ada titik2 yg tdk terlihat mata, yg merupakan bibit shg myom bs tumbuh lagi.
  3. Kapan myom bs tumbuh lg setelah operasi? Sekitar 3-4 tahun
  4. Trus gimana dong mencegah/menghambat tumbuhnya? Makan enak. Kurangi makan enak maksudnya😀. Jgn makan yg ada msg, pengawet, berlemak, pestisida, and the gank lah, segala makanan yg ga sehat jgn dimakan. Prof jg blg ada alat ozon yg bs dipakai utk membersihkan bahan makanan sebelum dimasak. Papa kayanya semangat pingin cari nih abis ini.
  5. Setelah operasi, kapan bs mulai program lg? 1 bulan (tadinya saya takut hrs menunggu lama, krn pernah baca artikel yg blg hrs tunggu dulu 18 bulan smp recover)
  6. Brp lama waktu istirahat yg diperlukan sampai bisa ber-aktivitas lagi? 3 hari (ck ck dahsyat si Prof. Dulu ada temen operasi kista istirahatnya smp 1 bulan hehe)

Prof jg membaca hasil serangkaian tes. Dr rontgen dia bs tahu saya punya sinus dan alergi. Krn katanya di paru2 kelihatan ada sulur2/bayangan lendir. Dia jg blg tulang punggung saya skoliosis (told you Papa, I had your initial written in my body ;)). Disarankan utk menemui dokter ortopedi, biasanya akan diberi semacam stagen/straples utk koreksi tulang belakang. Saya tanya apa akibatnya kl skoliosis dibiarkan saja. Prof said akan mudah lelah, tidak kuat angkat yang berat2 (ehem.. nyengir ke Papa.. ga boleh capek2 aku Pap).

At the end, he said I’m ready for laparotomy, diminta langsung opname Rabu malam supaya bisa dilakukan persiapan pra operasi. Fiuhh.. Lega2 deg2an gituh rasanya😉


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: